Penginjilan Kontekstual dalam Konteks Sekularisme dan Posmodernisme
Abstrak
Melakukan kontekstual dalam pemberitaan Injil adalah sebuah keniscayaan. Tidak dapat dipungkiri salah satu keberhasilan dalam pemberitaan Injil karena adanya metode kontekstual. Sekularisme yang memisahkan agama dari ruang publik menjadi tantangan sendiri dalam pemberitaan Injil, termasuk postmodernisme yang meragukan klaim kebenaran Injil yang satu-satunya bisa menyelamatkan manusia berdosa menjadi hal yang tidak mudah disampaikan. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif akan memberikan gambaran pemikiran dan nilai di balik sekularisme dan postmodernisme dengan harapan Praksis Penginjilan akan semakin efektif dan mampu membumikan Injil di kalangan masyarakat sekuler dan postmodern. Dengan demikian Penginjilan kontekstual terhadap kalangan di atas dapat dilakukan dengan cara membangun dialog, menggunakan bahasa narasi, dan memberikan keteladanan hidup.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








