• Vol 1 No 1 (2021)

    Volume 1, Nomor 1, (April 2021)

  • Vol 1 No 2 (2021)

    Volume 1, Nomor 2 (Oktober 2021)

  • Vol 2 No 1 (2022)

    Volume 2, Nomor 1 (April 2022)

  • Vol 2 No 2 (2022)

    Volume 2, Nomor 2 (Oktober 2022)

  • Vol 3 No 1 (2023)

    Volume 3, Nomor 1, (April 2023)

  • Vol 3 No 2 (2023)

    Volume 3, Nomor 2, (Oktober 2023)

  • Jurnal Misioner
    Vol 4 No 2 (2024)
  • Jurnal Misioner
    Vol 5 No 1 (2025)
  • Jurnal Misioner
    Vol 5 No 2 (2025)
  • Jurnal Misioner
    Vol 6 No 1 (2026)

    JURNAL MISIONER EDISI 6.1 — APRIL 2026 menghadirkan beragam kajian teologis dan praktis yang relevan bagi kehidupan gereja dan pelayanan masa kini. Dalam edisi ini, para penulis mengangkat isu-isu penting seputar pelayanan pastoral, pemuridan, kajian biblika, budaya lokal, hingga pembinaan generasi muda Kristen.

    Pembahasan diawali dengan refleksi tentang pelayanan pastoral sebagai sarana pertumbuhan rohani jemaat. Artikel ini menyoroti pentingnya pengampunan, rekonsiliasi, dan pendampingan rohani dalam membangun kedewasaan iman di tengah dinamika kehidupan gerejawi. Dari sini, pembaca diajak melihat bagaimana gereja dipanggil menjadi ruang pemulihan dan penyembuhan bagi umat percaya.

    Semangat pertumbuhan iman kemudian dilanjutkan melalui pembahasan mengenai Disciple Making Movement, sebuah pendekatan penginjilan dan pemuridan kontekstual bagi gereja di Indonesia. Artikel ini mengingatkan kembali bahwa Amanat Agung bukan sekadar konsep teologis, melainkan panggilan nyata untuk membentuk murid Kristus yang hidup dalam transformasi dan siap memuridkan orang lain.

    Pada ranah kajian Alkitab, edisi ini menghadirkan telaah mendalam terhadap Mazmur 1:4–5 tentang “sekam yang ditiup angin.” Melalui pendekatan simbolik, sosial, dan teologis, pembaca diajak memahami gambaran orang fasik, realitas penghakiman Allah, serta relevansi pesan Mazmur bagi kehidupan orang percaya masa kini.

    Kekayaan budaya lokal juga menjadi perhatian dalam jurnal ini melalui kajian tentang tradisi Ma’balik Tomate dalam upacara Rambu Solo’ di Toraja yang ditinjau berdasarkan pemikiran John Calvin. Artikel ini membuka ruang dialog antara iman Kristen dan budaya, sekaligus mengajak gereja untuk bersikap kritis dan bijaksana dalam merespons tradisi masyarakat.

    Melengkapi seluruh pembahasan tersebut, penelitian mengenai pembinaan karakter pemuda di GKII Rhema Cakranegara Mataram menunjukkan pentingnya pembinaan gereja dalam membentuk etika pergaulan generasi muda. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter Kristiani menjadi fondasi penting bagi kehidupan sosial dan pelayanan pemuda di tengah tantangan zaman.

    Melalui beragam tulisan ini, Jurnal Misioner Edisi 6.1 April 2026 hadir sebagai kontribusi akademik dan spiritual untuk memperlengkapi gereja, akademisi, pelayan Tuhan, dan seluruh pembaca dalam memahami iman Kristen secara lebih kontekstual, reflektif, dan transformatif.