Tinjauan Teologis terhadap Fenomena LGBTIQ di Gereja Kupang

Studi Eksegetis terhadap Roma 1:26–27 dan 1 Korintus 6:9–10

  • Gatsper Anderius Lado STT Musafir Kupang
Kata Kunci: Kata KunciLGBTIQ; Teologi Paulus; Roma 1:26–27; 1 Korintus 6:9–10; Gereja di Kupang; Seksualitas Kristen; Kekudusan; Pastoral Gereja

Abstrak

Abstrak

Fenomena LGBTIQ telah menjadi isu global yang juga memengaruhi kehidupan gereja, termasuk di Kota Kupang yang dikenal memiliki karakter sosial-budaya religius dan komunal yang kuat. Kehadiran individu LGBTIQ di dalam komunitas gerejawi menimbulkan pergumulan teologis, pastoral, dan etis yang kompleks, khususnya dalam kaitannya dengan pemahaman Alkitab tentang seksualitas, kekudusan, dan identitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena LGBTIQ di gereja-gereja Kota Kupang melalui pendekatan teologis-eksegetis dengan menelaah Roma 1:26–27 dan 1 Korintus 6:9–10. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis biblika, linguistik, dan konteks historis teks Perjanjian Baru, disertai kajian sosial-keagamaan kontekstual di Nusa Tenggara Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Paulus menempatkan praktik seksual sesama jenis dalam kerangka besar teologi penciptaan, kejatuhan, dan penyembahan yang menyimpang dari kehendak Allah, bukan sekadar sebagai isu orientasi seksual modern. Pada saat yang sama, penelitian ini menegaskan bahwa panggilan gereja tidak berhenti pada penegasan kebenaran doktrinal, tetapi juga menuntut respons pastoral yang berakar pada kasih Kristus, pertobatan, dan pembaruan hidup. Dengan demikian, gereja di Kupang dipanggil untuk mengintegrasikan kesetiaan pada otoritas Alkitab dengan pendekatan pastoral yang penuh empati, tanpa mengorbankan prinsip kekudusan hidup menurut firman Tuhan.

 

 

 

Diterbitkan
2026-10-27