Resistensi terhadap Teguran Profetik dan Dekomposisi Etis Umat Perjanjian

Kajian Amos 7:10–17 bagi Spiritulitas Publik di Indonesia

  • Pulung Wiseno STTII Yogyakarta
  • Anon Dwi Saputro

Abstract

Keadilan Allah terjadi untuk menegakkan bahwa keseimbangan terjadi dalam umat percaya. Terjadinya perkembangan dalam keimaman yang menjadi pemimpin rohani membawa hidup dalam kebenaran Allah. Kemerosotan moral dan pemberontakan yang dilakukan oleh imam juga umat Allah yang terus hidup dalam dosa-dosa mereka. Amos representative Allah untuk menyampaikan nubuatan bagi umat Allah di Israel mengalami pergumulan penolakan yang hebat. Nabi yang dirunut dalam silsilah keluarga menjadi acuan untuk dapat disebut nabi. Amazia yang merasa terancam kehidupan perekonomiannya melawan dengan memutar balikkan fakta dengan menjelekkan nabi Amos di hadapan raja Israel. Allah dapat memakai pribadi yang memiliki latar belakang apa saja untuk menjadi alat-Nya. Begitu besarnya kesalahan bangsa Israel yang berulang dan mengalami keterpurukan diperlukan seorang imam yang memiliki integritas dan komitmen yang teguh. Belas kasih Allah terus dinyatakan walaupun bangsa Israel yang memiliki kekerasan hati untuk sering memberontak. Allah dengan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada Amos memperlengkapi kemampuan untuk menyampaikan pesan Tuhan. Kehidupan bangsa Israel dengan sosial ekonomi budaya mempengaruhi perjalanan kehidupan rohaninya. Perjuangan pribadi Amos teruji dengan penyampaian orasinya di hadapan raja dan bangsa Israel yang telah mendengarkan.

 

Published
2026-10-26
How to Cite
Wiseno, P., & Saputro, A. D. (2026). Resistensi terhadap Teguran Profetik dan Dekomposisi Etis Umat Perjanjian. Jurnal Misioner, 6(2), 98-117. https://doi.org/10.51770/jm.v6i2.262