Meninjau Kembali Perspektif Toraja Kuno terhadap Tradisi Ma’balik Tomate dalam Upacara Rambu Solo’ di Toraja berdasarkan Pandangan John Calvin

  • ricky mallisa Institut Agama Kristen Negeri Toraja
Kata Kunci: John Calvin, Ma’balik Tomate, Rambu Solo’

Abstrak

Artikel ini mengulas pemahaman toraja tentang kematian dalam konteks ajaran Alukta atau Aluk Todolo dengan mempertemukan pemahaman John Calvin sebagai acuan yang ortodoks. Toraja kaya dengan adat dan budaya, salah satu budaya yang paling diminati hingga tourist mancanegara ialah rambu solo’. Rambu solo’ adalah upacara kematian yang sarat akan makna. Berdasarkan hal itu, salah satu ritual dalam rambu solo’ yang menarik dan perlu diselidiki lebih lanjut adalah ritual Ma’balik Tomate. Ma’balik tomate adalah ritual yang di dalamnya melekat kepercayaan bahwa orang mati tidak dianggap sebagai “orang yang telah mati” melainkan masih dalam kondisi sakit (To Makula’). Berdasarkan uraian tersebut maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana buku dan jurnal yang memiliki keterkaitan erat dengan masalah tulisan ini sebagai sumber data yang disintesis melalui pendekatan analisis dan deskripsi. Hasilnya memperlihatkan bahwa masyarakat toraja terbatas untuk menguraikan dengan jelas tentang ritual yang dilakukan secara turun temurun hingga sekarang ini. Pemahaman tersebut tidak secara utuh di dasari dengan iman Kristen. Sehingga tawaran konsep kematian dalam pandangan John Calvin sangat relevan bagi kehidupan masyarakat toraja yang berbudaya. Sehingga tujuannya bukan menghilangkan warisan budaya toraja melainkan merekontruksi pemahaman yang sesuai dengan iman Kristen yang dituliskan oleh Alkitab.

Diterbitkan
2026-04-30
Bagian
Articles