Sekam yang Ditiup Angin

Studi Simbolik, Sosial, dan Teologis Orang Fasik dalam Mazmur 1:4–5

  • Sapto Sunariyanti Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia
Kata Kunci: Mazmur 1; orang fasik; kefanaan; pemisahan sosial; penghakiman; simbolisme; teologi; ekspositori

Abstrak

Penelitian ini menyoroti Mazmur 1:4–5, ayat yang sering terlewatkan dalam kajian akademik, namun memiliki makna simbolik, sosial, dan teologis yang signifikan. Latar belakang penelitian ini muncul dari minimnya studi yang menelaah secara mendalam simbol sekam (ḥaḇal) dan angin (ruaḥ), pemisahan sosial (qahal), serta penghakiman Tuhan (mishpat) secara terpadu. Masalah penelitian dirumuskan sebagai: bagaimana ayat 4–5 Mazmur 1 membentuk pemahaman tentang kefanaan orang fasik, keterasingan sosial mereka, dan konsekuensi penghakiman ilahi? Penelitian menggunakan metode kualitatif ekspositori-teologis yang menggabungkan analisis teks Ibrani, kajian simbolik, serta interpretasi sosial dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang fasik digambarkan sebagai sekam yang diterbangkan angin, menekankan ketidakstabilan moral, keterasingan sosial, dan kefanaan spiritual. Pemisahan sosial mereka berfungsi sebagai mekanisme pelestarian komunitas, sementara penghakiman Tuhan menegaskan konsekuensi moral dan eskatologis. Penelitian ini menghadirkan kebaruan metodologis melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi simbolik, sosial, dan teologis secara simultan, berbeda dengan studi sebelumnya yang cenderung parsial. Kesimpulannya, Mazmur 1:4–5 bukan hanya teks moral individual, tetapi pedoman holistik untuk kehidupan spiritual dan sosial, relevan bagi pembaca kontemporer yang ingin memahami hubungan antara integritas pribadi, kontribusi komunitas, dan tanggung jawab moral.

Diterbitkan
2026-04-30
Bagian
Articles