Keadilan Ekonomi dalam Yakobus 5:1–6
Analisis Semantik dan Pragmatis terhadap Kritik atas Ketidakadilan Ekonomi
Abstrak
Kajian ini mengangkat pokok permasalahan mengenai prinsip keadilan ekonomi dalam Yakobus 5:1-6, yang menyoroti ketimpangan sosial-ekonomi dan penindasan kaum pekerja oleh orang kaya pada masa gereja mula-mula. Pendekatan analisis yang digunakan adalah gabungan antara analisis pragmatis dan semantik. Analisis pragmatis menelaah konteks sosial-ekonomi dan historis yang melatarbelakangi penulisan teks serta implikasi praktis pesan tersebut dalam kehidupan masa kini. Sedangkan analisis semantik menggali makna kata-kata kunci asli dalam bahasa Yunani, struktur linguistik, dan gaya retoris yang digunakan dalam teks untuk memahami moral dan sosial secara mendalam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mengintegrasikan kajian linguistik dan konteks historis untuk menafsirkan teks secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Yakobus memberikan peringatan keras kepada orang kaya yang menimbun harta secara tidak adil, menahan upah pekerja, dan hidup dalam kemewahan tanpa memperhatikan penderitaan sesama. Pesan ini bukan hanya sosial historis, tetapi panggilan moral dan spiritual yang relevan untuk konteks modern, menuntut tanggung jawab sosial dan keadilan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini diharapkan berkontribusi dalam memberikan pemahaman yang mendalam dan aplikatif mengenai prinsip keadilan ekonomi dalam Yakobus 5:1-6, sehingga pembaca yang menginternalisasi pesan moral tersebut dan mengimplementasikannya demi terciptanya masyarakat yang adil dan berkeadaban.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








