Dari Perselisihan Menuju Pemulihan
Makna Konflik dan Peran Gereja dalam Proses Rekonsiliasi Jemaat
Abstrak
Konflik internal merupakan tantangan yang kerap dihadapi gereja sebagai komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan latar belakang dan kepentingan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi jemaat terhadap konflik internal yang terjadi di Jemaat Betania Malanggong, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, yang menyebabkan perpindahan sebagian anggota ke jemaat lain. Subjek penelitian adalah anggota jemaat dewasa yang aktif pada saat konflik terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 41 responden yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert empat poin dan data dianalisis menggunakan analisis frekuensi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyadari adanya konflik yang cukup sering terjadi di jemaat dan menilai konflik sebagai penyebab utama perpindahan anggota. Namun, mereka tidak setuju bahwa perpindahan adalah solusi yang tepat dan menilai bahwa konflik tidak terselesaikan hanya dengan kepergian pihak yang terlibat. Selain itu, sebagian besar responden meragukan ketepatan sikap pemimpin dalam menangani konflik. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen konflik yang solutif, serta perlunya kepemimpinan gereja yang inklusif dan berbasis nilai-nilai rekonsiliasi untuk menjaga kesatuan dan pertumbuhan spiritual jemaat.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








