Tradisi Ma’ulelean sebagai Salah Satu Cara Mentransmisikan Ilmu Pengetahuan Masyarakat Mengkendek

  • Calveny Mandalling Pasangka' Sekolah Tinggi Teologi Kibaid Makale
Kata Kunci: budaya Toraja, ma'ulelean, masyarakat Mengkendek, tradisi lisan

Abstrak

Abstrak, Penelitian ini berfokus pada tradisi ma’ulelean, tradisi lisan masyarakat Mengkendek, sebuah sub-suku Toraja di Sulawesi Selatan, Indonesia. Ma’ulelean adalah salah satu cara masyarakat untuk mentransmisikan nilai-nilai moral, etika, dan kosmologi kepada generasi berikutnya, sekaligus memperkuat identitas budaya Mengkendek di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami definisi, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ma’ulelean, serta peranannya dalam mempertahankan ikatan sosial. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan literatur kualitatif melalui analisis pustaka, wawancara, dan dokumen terkait, dengan fokus pada wilayah Mengkendek. Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa ma’ulelean memuat ajaran moral yang mengarahkan masyarakat untuk hidup harmonis dengan alam dan leluhur. Namun, di tengah integrasi ajaran gereja, tantangan muncul ketika nilai-nilai tradisional dalam tradisi ma’ulelean dipandang kurang selaras dengan nilai-nilai Kekristenan. Beberapa anggota gereja melihat tradisi ma’ulelean sebagai bagian dari kepercayaan animisme yang bertentangan dengan monoteisme. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meski terdapat ketegangan, dialog budaya yang konstruktif berpotensi mendukung pelestarian tradisi lisan ini tanpa mengabaikan ajaran agama.

Referensi

Bourdieu, Pierre. 1977. Outline of a Theory of Practice. Diterjemahkan oleh Richard Nice. 1 ed. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511812507.

Finnegan, Ruth. 2003. Oral Traditions and the Verbal Arts: A Guide to Research Practices. The ASA Research Methods. Hoboken: Taylor and Francis.

Fox, Kenneth R., ed. 1997. The Physical Self: From Motivation to Well-Being. Champaign, IL: Human Kinetics.

Giddens, Anthony. 1990. The Consequences of Modernity. Cambridge: Polity Press.

Gunawan, Rudy, dan Merina Merina. 2018. “Tradisi Ma’Nene’ sebagai Warisan Budaya Etnis Toraja.” Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah 4 (2): 107. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v4i2.4527.

Holt, Claire. 2007. Culture and Politics in Indonesia. 1st Equinox ed. Jakarta: Equinox Pub.

LeBar, Frank M., ed. 1972. Ethnic Groups of Insular Southeast Asia. 1: Indonesia, Andaman Islands, and Madagascar. New Haven, Conn: Human Relations Area Files Press.

Monica, Santy, Angla F Sauhenda, Marnina Marnina, dan Dina Tarigan. 2024. “Nilai-Nilai Sosial dalam Ulelean Parena Toraya (Cerita Rakyat Toraja) Kisah Polopadang Karya Junus Bunga’ Lebang: Tinjauan Sosiologi Sastra.” Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 5 (1): 71. https://doi.org/10.29300/disastra.v5i1.3218.

Vansina, Jan. 1985. Oral Tradition as History. Madison, Wis: University of Wisconsin Press.

Venuti, Lawrence. 2018. The Translator’s Invisibility: A History of Translation. Third edition. Routledge Translation Classics. New York: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315098746.

Volkman, Toby Alice. 1985. Feasts of Honor: Ritual and Change in the Toraja Highlands. Illinois studies in anthropology, no. 16. Urbana: University of Illinois Press.

Wellenkamp, Jane C. 1988. “Notions of Grief and Catharsis among the Toraja.” American Ethnologist 15 (3): 486–500. https://doi.org/10.1525/ae.1988.15.3.02a00050.

Wibowo, Bayu Ananto. 2022. “EKSISTENSI TRADISI LISAN SEBAGAI SUMBER SEJARAH LOKAL.” Estoria: Journal of Social Science and Humanities 3 (1): 383–97. https://doi.org/10.30998/je.v3i1.1178.

Diterbitkan
2024-11-28
Bagian
Articles