Ketidakadilan Struktural
Sebuah Refleksi Teologi Pembebasan di Konteks Masyarakat Toraja
Abstract
Ketidakadilan struktural merupakan masalah yang serius dihadapi dalam masyarakat Toraja. Salah satu penyebab terjadinya ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja adalah upacara adat. Tujuan penelitian ini adalah menemukan refleksi teologi pembebasan ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah metode kualitatif dengan studi pustaka seperti buku, jurnal, Alkitab, tafsiran, internet dan sumber-sumber lain yang digunakan mencari teks yang berhubungan ketidakadilan struktural: sebagai sebuah refleksi teologi pembebasan dalam konteks masyarakat Toraja. Hasil penelitian merefleksikan bahwa teologi pembebasan melihat penderitaan yang dialami setelah upacara Rambu Solo’ merupakan sebuah refleksi dalam iman Kristen. Selain itu, membutuhkan tindakan kasih dari orang-orang secara khusus keluarga yang ada untuk saling membantu (kasih) dalam menghadapi penindasan atau ketidakadilan tersebut. Teologi pembebasan mengarahkan pada pendidikan yang akan membuka wawasan masyarakat bahwa Rambu Solo’ membawa dampak negatif terhadap ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja.
References
Abdurahim, Ahim. 2015. “Makna Biaya dalam Upacara Rambu Solo.” Multiparadigma 6, no. 2: 175–84. https://doi.org/https://doi.org/10.18202/jamal.2015.08.6014.
Bandhaso, Silas. 2024. “Model Kepemimpinan Nehemia Berbasis Pengelolaan bagi Pengelolaan Organisasi Gereja.” Jurnal Kala Nea 5, no. 1: 16–29. https://doi.org/https://doi.org/10.61295/kalanea.v5i1.144.
Bararuallo, Frans. 2010. Kebudayaan Toraja. Yogyakarta: Percetakan Pohon Jaya.
Gutierrez, Gustavo. 1973. A Theology Of Liberation. Orbis: Maryknoll.
———. 1992. 20th Century Theology: God & The World in a Transitional Age. Downers Grove: InterVarsity Press.
Kobong, Theodorus. 2022. Injil dan Tongkonan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Krisyanto, Eddy. 2010. Spiritualitas Sosial Suatu Kajian Kontekstual. Jakarta: Kanisius.
Linnemann, Eta. 1991. Teologi Kontemporer Ilmu atau Praduga? Malang: Kanisius.
Lowy, Michael. 2003. Teologi Pembebasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mali, Mateus. 2016. “Gutierrez dan Teologi Pembebasan.” Jurnal Orientasi Baru 25, no. 1: 19–36.
Miller, Randolph Crump. 1995. Theologies of Religious Education. Alabama: Religious Education Press.
Myers, Bryant L. 2019. Bersama dengan Orang Miskin - Berbagai Gagasan dan Metode untuk Transformasi. Bandung: Kalam Hidup.
Nugroho, Danar Agung, Indriany Maya Ariusta, dan Khoirul Anam. 2016. Kebudayaan Upacara Adat Rambu Solo’. Jember: Universitas Jember.
Nunez, C., dan A. Emilio. 1985. Liberation Theology. Chicago: Moody.
Panggarra, Robi. 2015. Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja-Memahami Bentuk Kerukunan di Tengah Situasi Konflik. Bandung: Kalam Hidup.
Petrus, Simon. 2018. Budaya Spiriual Orang Toraja di Potok Tengan Mengkendek. Makassar: De La Macca.
Poespasari, Ellyne Dwi, dan Trisadini Prasastina. 2020. Tradisi Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat Suku Toraja. Jakarta: Jakad Media Publishing.
Tangdilintin, L.T. 1980. Toraja dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan.
Wijaya, Ferry Sutrisna. 2023. Ret-Ret Ekologi Toraja. Jakarta: Pustaka KSP Kreatif.
Copyright (c) 2024 Zimri Uma' Patangun, Sifra Lendang, Rosyelin Tinggi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







