Ulelean Pare dan Karume
Pengajaran Orang Toraja dalam Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Abstrak
Tulisan ini membahas berbagai krisis yang dihadapi masyarakat Toraja dalam mendidik anak-anak mereka, yang terpapar pada kemajuan teknologi tanpa batas sementara nilai-nilai kearifan lokal yang mendukung pengembangan moral dan karakter sering diabaikan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Toraja menyampaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang bijaksana dalam mendidik. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melibatkan studi literatur melalui buku dan jurnal ilmiah, serta observasi (live in). Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk dan nilai kearifan lokal di kalangan masyarakat Toraja tercermin dalam gaya hidup dan perilaku mereka, yang dikenal sebagai tradisi. Inti dari nilai-nilai kearifan lokal ini dapat memperkuat moral dan karakter anak-anak saat mereka memahami identitas mereka sebagai orang Toraja (ma to Rayan) dan menjadi lebih religius (ma to saranian).
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








