ANALISIS KONSEP MANTUNU DALAM UPACARA RAMBU SOLO’ SEBAGAI PEMBENTUK ETOS KERJA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN SESEAN, TORAJA UTARA

  • Yanni Paembonan Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Sarce Lu’pi Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Ema Ema Institut Agama Kristen Negeri Toraja
Keywords: Anak Usia Dini, Etos Kerja, Pendidikan Karakter, Mantunu, Rambu Solo’

Abstract

Abstract. This aims to analyze concept of mantunu in the Rambu Solo’ as a shaper of early childhood work ethic in Sesean, North Toraja. The method used is qualitative to complete the information according to the problem being studied. Parents say that: when parents die "many children, there are more burnt victims ". A paradoxical concept, about the presence of the child in the family as a "money maker". Parents educate their children from their culture. The results of study show that  practice of mantunu is part of a life pattern that is ingrained in life of Toraja people specifically in  traditional area of Sesean. The concept of mantunu is seen as an act of motivation to children to be hardworking, tenacious, diligent and diligent. Work ethic seen as content of character education in family, which makes parents open to various changes and seeks change the child's life through education.

 

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep mantunu dalam upacara rambu solo’ sebagai pembentuk etos kerja anak usia dini di Kecamatan Sesean, Toraja Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif untuk merampungkan informasi sesuai dengan masalah yang dikaji.Orangtua mengatakan bahwa: ketika orangtua meninggal “banyak anak, maka makin banyak korban bakaran (tunuan)”. Ini merupakan sebuah konsep yang bersifat paradoks, tentang kehadiran anak dalam keluarga sebagai “penghasil uang”. Orangtua mendidik anak-anak mereka dari budaya yang mereka anut. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa praktik mantunu merupakan bagian dari pola kehidupan yang sudah mendarah daging dalam kehidupan orang Toraja secara khusus di wilayah adat Kecamatan Sesean. Konsep mantunu dipandang sebagai tindakan motivasi kepada anak-anak untuk menjadi pekerja keras, ulet, rajin dan tekun. Etos kerja dipandang sebagai muatan pendidikan karakter dalam keluarga, yang menjadikan orangtua terbuka terhadap berbagai perubahan dan berusaha untuk mengubah kehidupan anak melalui pendidikan.

 

References

Achmad Fedyani Sayfuddin. 2016. Pengantar Teori-teori Sosial. 3 ed. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Amri, S., dan K.I. Ahmadi. 2018. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. 4 ed. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.

Asmani, J. M. 2019. 7 Tips Aplikasi PAIKEM. 3 ed. Yogyakarta: DIVA Press.

Drescher, John M. 2019. Tujuh Kebutuhan Anak. 2 ed. Jakarta: 3.

Efendy, Muhadjir. 2017. Pendidikan Karakter Berbasis Kultur. Yogyakarta: Kanisius.

Elisabeth. 2009. Pembelajaran PAK pada Anak Usia Dini. Bandung: Bina Media Informasi.

Eriksen, Thomas Hylland. 2020. Antropologi Sosial dan Budaya. Diedit oleh Thomas Hylland Eriksen. 4 ed. Yogyakarta.

Kobong, Theodorus. 1992. Aluk: Adat dan Kebudayaan Toraja dalam Perjumpaan Dengan Injil. Rantepao: BPSGT.

Titting, Herman, and Feriyanto Feriyanto. “Bimbingan Karir Berbasis Konsep Manusia Toraja Di Era Revolusi Industri 4.0.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 85–101.

Luluk, Asmawati. 2019. Perencanaan Pembelajaran PAUD. 3 ed. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nooy-Palm, Hetty. 2000. The Sa’dan-Toraja: A Study of Their Social Life and Religion. Laiden: Springer Science.

Palebangan, Frans B. 2007. Aluk, adat, dan adat-istiadat Toraja. Tana Toraja: Sulo.

Pangrante, Frans. 2017. “RITUAL MANTUNU TEDONG DALAM PUSARAN IDEOLOGI ADAT, AGAMA DAN KAPITALISME.” RETORIK :Jurnal Ilmu Humaniora 5: 261–86.

Santrock, John W. 2011. Psikologi Pendidikan. 5 ed. Jakarta: Kencana.

Sinamo, Jansen. 2016. 8 Etos Keguruan. Jakarta: Esensi.

Stefanus Sapri. 2022. “MELO : Jurnal Studi Agama-Agama Makna Falsafah Budaya Tallu Lolona” 2, no. 1: 1–11.

Sudjana. 2002. Metode Statistika. 3 ed. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2009. Statistik untuk Penelitian. 4 ed. Bandung: Alfabeta.

Tangirerung, Johana R. 2017. Berteologi Melalui Simbol. 1 ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Tino Saroengallo. 2010. Ayah, Anak, Beda Warna!: Anak Toraja Kota Menggugat. Yogyakarta: it Tembi.

Published
2023-06-18
How to Cite
Paembonan, Y., Lu’pi, S., & Ema, E. (2023). ANALISIS KONSEP MANTUNU DALAM UPACARA RAMBU SOLO’ SEBAGAI PEMBENTUK ETOS KERJA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN SESEAN, TORAJA UTARA. Jurnal Misioner, 3(1), 22-52. Retrieved from https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/81
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)