Integritas Pemimpin Pastoral
Kajian Eksegesis terhadap 1 Timotius 4:12-16
Abstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang menunjukkan krisis integritas yang terjadi dalam lingkup kepemimpinan pastoral. Para pemimpin yang diharapkan menjadi teladan, namun karena ketiadaan integritas justru menjadi batu sandungan. Dalam 1 Timotius 2:12-16, Rasul Paulus meminta Timotius untuk menjadi teladan bagi jemaat yang dipimpinnya. Adapun instrumen bagi Timotius untuk menjadi teladan ialah melalui perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Para pemimpin pastoral harus menjaga integritas, agar dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpin. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode eksegesis untuk menggali makna yang terkandung dalam 1 Timotius 4:12-16, dan juga metode library research yang dilakukan dengan mengkaji data-data dari berbagai literatur yang berkaitan dengan topik integritas. Kemudian, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep integritas pemimpin berdasarkan 1 Timotius 2:12-16, serta untuk mengimplementasikan secara teologis dan praktis konsep tersebut dalam kepemimpinan pastoral.
Copyright (c) 2025 Noverianus Nover

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Jurnal Misioner articles are published under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Users are free to copy, modify, or redistribute articles for any lawful purpose in any media as long as they give appropriate credit to the original author and Jurnal Misioner as the publisher. They have to links to the license, indicate if changes have made, and redistribute any derivative works under the same license.
Article copyright is held by the respective author (s), without limitation. A non-exclusive license is granted to Jurnal Misioner to publish articles, identify itself as the original publisher, and only use them for non-commercial purposes.
By publishing articles in Jurnal Misioner, authors grant rights to third parties to use their papers to the extent granted by the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







