https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/issue/feed Jurnal Misioner 2026-05-06T01:29:44+00:00 WILAYANTO jurnalmisioner.kibaid@gmail.com Open Journal Systems https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/239 Dari Bimbingan ke Pertumbuhan 2026-04-29T06:32:06+00:00 Sutomo Tatura doktorjefit@gmail.com Jefit Sumampouw doktorjefit@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelayanan pastoral dalam membentuk kedewasaan rohani jemaat, khususnya dalam konteks pengampunan antarpribadi dalam kehidupan bergereja. Melalui pendekatan kualitatif, data dikaji dari berbagai sumber literatur teologis dan empiris, serta dianalisis secara deskriptif-reflektif untuk menyoroti dinamika konflik, luka batin, dan respon spiritual jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral berfungsi sebagai sarana pembinaan iman yang menyeluruh, mencakup pengajaran, konseling, serta dukungan spiritual dan emosional. Pengampunan dipahami bukan sekadar reaksi emosional, melainkan sebagai ekspresi iman yang dilandasi kasih Allah dalam Kristus. Ketidaksediaan mengampuni berkontribusi pada ketegangan spiritual dan konflik berkepanjangan dalam persekutuan. Dalam konteks ini, pelayanan pastoral memfasilitasi pemulihan relasi dan pembentukan karakter Kristiani melalui pendekatan kontekstual dan empatik. Pengajaran pengampunan yang menyeluruh terbukti berdampak signifikan dalam membangun komunitas yang sehat secara spiritual. Gereja berperan penting sebagai agen pemulihan yang menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan jemaat. Dengan demikian, pelayanan pastoral menjadi instrumen vital dalam menumbuhkan kedewasaan rohani dan kesatuan tubuh Kristus.</p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sutomo Tatura, Jefit Sumampouw https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/247 Disciple Making Movement 2026-04-30T15:06:56+00:00 Surya Novadinata suryanovadinatand@gmail.com <p>Berdasarkan hasil penelitian oleh Bilangan Research Center, menunjukkan bahwa pemaknaan dan praksis dari Amanat Agung belum sepenuhnya terlaksana di dalam gereja. Hal ini tentu membuat tugas utama sebagai murid Kristus menjadi bukan prioritas. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menawarkan Disciple Making Movement (DMM) sebagai gerakan penginjilan kontekstual dan pemuridan bagi gereja-gereja di Indonesia. Peneliti menggunakan beberapa metode, di antaranya metode kualitatif – daftar pustaka untuk menjelaskan pengertian DMM dan studi historis untuk melihat sejarah kekristenan di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah sekalipun memerlukan waktu yang panjang dalam menerapkan DMM, tetapi tetap DMM menjadi salah satu model penginjilan dan pemuridan yang bisa disarankan dalam konteks Indonesia. DMM menjadi langkah untuk mengerjakan panggilan murid Kristus untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.&nbsp;</p> 2026-04-30T15:04:58+00:00 Copyright (c) 2026 Surya Novadinata https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/254 Sekam yang Ditiup Angin 2026-04-30T15:27:09+00:00 Sapto Sunariyanti saptosunariyanti@sttni.ac.id <p><em>This study highlights Psalm 1:4–5, a verse that is often overlooked in academic studies, but has significant symbolic, social, and theological significance. The background of this research arises from the lack of studies that examine in depth the symbols of the chaff (ḥaḇal) and the wind (ruaḥ), social separation (qahal), and God's judgment (mishpat) in an integrated manner. The research problem is formulated as: how do verses 4–5 of Psalm 1 shape the understanding of the mortality of the wicked, their social isolation, and the consequences of divine judgment? The research uses an expository-theological qualitative method that combines analysis of Hebrew texts, symbolic studies, and social and theological interpretations. The results show that wicked people are portrayed as chaff blown by the wind, emphasizing moral instability, social alienation, and spiritual mortality. Their social separation serves as a mechanism for the preservation of the community, while God's judgment affirms moral and eschatological consequences. This research presents methodological novelty through a holistic approach that integrates symbolic, social, and theological dimensions simultaneously, in contrast to previous studies that tend to be partial. In conclusion, Psalm 1:4–5 is not just an individual moral text, but a holistic guide to spiritual and social life, relevant to contemporary readers who want to understand the relationship between personal integrity, community contribution, and moral responsibility.</em></p> 2026-04-30T15:15:26+00:00 Copyright (c) 2026 sapto sunariyanti https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/255 Meninjau Kembali Perspektif Toraja Kuno terhadap Tradisi Ma’balik Tomate dalam Upacara Rambu Solo’ di Toraja berdasarkan Pandangan John Calvin 2026-04-30T23:45:58+00:00 Ricky Mallisa' rikkimallisa99@gmail.com <p><em>This article examines the Torajan understanding of death within the context of the teachings of Alukta or Aluk Todolo by combining John Calvin’s understanding as an orthodox reference. Toraja is rich in customs and culture, one of the most popular cultures, even for international tourists, is Rambu solo’. Rambu solo’ is a death ceremony rich in meaning. Based on this, one of the rituals in Rambu solo’ that is interesting and needs further investigation is the Ma’balik Tomate ritual. Ma’balik Tomate is a ritual in which the belief that the dead are not considered “dead” but still in a state of illness (To Makula’) is embedded. Based on this description, the research method used is a qualitative method, where books and journals that have a close relationship with the problem of this paper serve as data sources that are synthesized through an analytical and description approach. The results show that the Torajan people are limited in clearly describing the rituals carried out from generation to concept of death offered by John Calvin’s view is very relevant to the life of the cultured Torajan society. So the goal is not to eliminate the Torajan cultural heritage but to reconstruct an understanding that is in accordance with the Christian faith as written in the Bible.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2026-04-30T15:56:54+00:00 Copyright (c) 2026 ricky mallisa https://jurnal.sttkibaid.ac.id/index.php/jm/article/view/150 Pembinaan Karakter terhadap Etika Pergaulan Pemuda di GKII Rhema Cakranegara Mataram 2026-05-06T01:29:44+00:00 Maurice Andrew Suplig andrewsuplig92@gmail.com Vivi Herawaty viviherawaty@gmail.com <p>Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang adanya pembinaan yang dilakukan oleh gereja bagi pemuda. Kurang adanya pembinaan karakter secara tepat kepada pemuda membuat pemuda menjadi terlibat dalam pergaulan yang salah yang tidak sesuai dengan etiket yang berlaku dan perilaku yang tidak mencerminkan karakter Kristus seperti berbicara dengan kata-kata kasar, suka mengejek teman, kurang menghargai teman, bercanda yang dapat menyinggung perasaan orang lain, dan jarang terlibat dalam kegiatan maupun pelayanan di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembinaan karakter terhadap etika pergaulan pemuda di GKII Rhema Cakranegara Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: <em>Pertama, </em>Studi kepustakaan untuk mencari dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. <em>Kedua, </em>membagikan angket kepada 15 pemuda yang berada di GKII Rhema Cakranegara Mataram untuk mendapatkan jawaban dari pernyataan yang telah diberikan. <em>Ketiga,</em> dengan wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan pemuda. setelah data dikumpulkan maka akan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase, rating skala dan dikorelasikan sehingga mendapatkan hasil. Dari hasil analisa korelasi data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa pembinaan karakter terhadap etika pergaulan pemuda dengan hasil signifikan yaitu 0,542 yang berada pada hubungan sedang atau cukup dan dengan kontribusi 37%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter berpengaruh terhadap etika pergaulan pemuda. Pembinaan karakter dapat menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dapat digunakan dalam gereja untuk mengatasi permasalahan etika pergaulan pemuda.</p> 2026-05-06T01:19:55+00:00 Copyright (c) 2026 Maurice Andrew Suplig, Vivi Herawaty